Rabu, 28 Mei 2014

Punguan Saripe Sinaga Parapat

Suatu kenyataan hidup yang berkembang terus dalam kehidupan masyarakat Batak khususnya Keluarga Besar Toga Sinaga, Bere dohot Boru yang mana falsafah “DALIAN NATOLU” merupakan pondasi dalam tata kehidupan berkelorripok. Adanya jiwa dan sikap seperasaan - sepenanggungan dikala duka maupun suka, menunjukkan kejujuran jiwa dan semangat gotong royong merupakan warisan nenek moyang kita (TONA NI OMPUNTA SIJOLO TUBU) adalah merupakan cermin dan falsafah “DALIAN NATOLU”




Hal ini pulalah yang terkandung dihati sanubari warga Sinaga, Boru dohot Berena yang merantau dari daerah Parapat dan sekitarnya dan bertempat tinggal di JABODETABEK dan juga merupakan kehendak bersama yang telah lama terpendam diantara warga itu sendiri yang kemudian lahir dengan spontan.

Perkembangan situasi dan kondisi masyarakat Jakarta yang semakin meningkat baik dalam segi sosial ekonomi dan juga dalam sisi jarak tempat satu dengan yang Iainnya yang berjauhan memungkinkan terbentuknya punguan ini yang mana hal ini tidak melepaskan diri dan Punguan Toga Sinaga dohot Boruna Se-JABODETABEK.

Untuk mengikuti kehendak zaman agar fungsi dan peranan perkumpulan Toga Sinaga dohot Boruna tetap merupakan alat pelengkap bagi masyarakat dan pengembannya, maka hasil keputusan rapat pada Hari Minggu,29 Januari 1978 dan rapat Hari Minggu,10 September 1978 maka secara resmi dan sah terbentuk Punguan Saripe Sinaga,Boru dohot Berena Pomparan Ompunta Nasian Huta Parapat dohot Nahumaliangna di Kecamatan Girsang Sipanganbolon.




mëmpunyai maksud dan tujuan untuk merapatkan hubungan batin dan memelihara serta membina hubungan kekeluargaan antara keturunan sinaga sian Huta Parapat dohot Nahumaliangna kearah kebahagian bersama dengan jiwa seperasaan-sepenanggungan dikala duka maupun suka.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar