Jumat, 30 Mei 2014

Huta Sipangan Bolon, Arga do Bona Ni Pinasa

Marga apa kau,... Sinaga darima kau, Sinaga apa dan Sinaga nomor berapa...mungkin ini pertanyaan dasar yang kita sering disampaikan jika kita berkenalan atau memperkenalkan diri. 

Mungkin generasi anak-anak sekarang atau yang telah lahir dan besar di perantauan akan tidak mengetahui dimana asal usul huta atau kampungnya. Banyak faktor yang mungkin mempengaruhi hal-hal tersebut, yang paling mendasar mungkin orangtuanya sendiri yang tidak pernah memberitahukan megenai asal usul atau dimana Bonapasogitnya, disamping itu mungkin tradisi orang batak yang jika tahun baru yang biasanya pulang kampung atau mulak tu huta sudah mulai hilang.

Orang Batak juga di kenal dengan tradisi membangun Tugu atau biasanya makam ompung-ompungnya yang di buat besar sehingga mirip sebagai Tugu yang bentuknya besar dan bisa di golongkan juga mewah.

Dengan semakin majunya perkembangan jaman dan mulai lunturnya generasi orang batak terhadap kecintaan dan pengetahuan Adat dan tradisi Batak membuat fungsi dari pembangunan Tugu memjadikannya suatu prasasti peninggalan yang dapat sebagai bukti dan cerita asal usul suatu keturunan.

Dengan adanya tugu tersebut atau makam keturunannya adalah salah satu alasan orang batak untuk kembali untuk megingat atau kembali ke Huta Bonapasogitnya.

Sipangan Bolon meruapakan salah satu huta yang merupakan keturunan dari marga Sinaga khususnya dari keturunan Ompung Pinondang Sinaga, berikut ini merupakaan penjelasan huta Sipanganbolon yang di kutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Sipangan_Bolon,_Girsang_Sipangan_Bolon,_Simalungun

Sipangan Bolon adalah sebuah nagori di kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia.
Nagori itu sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Tanah Jawa, ke sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Toba Samosir dan ke sebelah barat berbatasan dengan kelurahan Girsang. Sipangan bolon berjarak sekitar 8 km dari kota Parapat, ibu kota kecamatan, 40 km dari kota Pematang Siantar, ibu kota kabupaten dan sekitar 182 km dari kota Medan, ibu kota provinsi.
Sipanganbolon terdiri dari beberapa kampung atau huta yaitu Sigala-gala, Paropo, Sibuttuon, Sitabu, Simandalahi, Simaibang, Suhutmaraja, Paras, Sosordolok, Sibaulangit, Sidasuhut, Porti, Sidahapintu, Sidallogan, Pussu dan Sosorpea. Penduduk asli adalah suku Batak Toba dan didominasi marga Sinaga.

"Arga do Bona Ni Pinas", merupakan suatu ungkapan kewajiban bagi orang Batak Toba untuk mencintai dan memperhatikan asal usul dan tempat asalnya.































7 komentar:

  1. He..hehe... Ini kampung saya

    BalasHapus
  2. akub masihol di sosorpea itu pernah tinggal 3 bln di sana manggorga tugu ni sinaga itu,trim's sosorpea,karenamu aku dapat bertahan dengannya,,,he,,he,,

    BalasHapus
  3. PARHONASAN I NGA DIDIA TULANG !

    BalasHapus
  4. PARHONASAN I NGA DIDIA TULANG !

    BalasHapus
  5. Hmmm... Kapan bisa balik lagi kesana...?

    BalasHapus
  6. Huta Girsang simpangan bolon, adalah kampung marga Sinaga dan tidak ada kaitannya dengan asal usul marga Girsang.

    BalasHapus
  7. Kampung saya...
    kapan bisa ke sana lagi

    BalasHapus